Ekowisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ditetapkan sebagai Taman Nasional (Taman Nasional adalah Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi – Sumber situs WANADRI )pada tahun 1980 dengan luas kawasan sebesar 22.851,03 hektar. Taman Nasional Gunung Gede Pangrangomerupakan hutan hujan tropis pegunungan dengan beragam Biodiversity sebagai penghuni tetapnya, seperti si pohon yang berjuluk raksasa yaitu Rasamala (Altingia excelsa Noronha), Kantong Semar yang mempunyai nama ilmiahnya Nephentes spp yang merupakan sebuah perdu pemburu serangga; berjenis-jenis anggrek hutan, jamur bercahaya atau Glowing Mushroom.

taman nasional gunung gede pangrango
Selamat datang di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Ketika anda pertama memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dari pintu masuk Cibodas, akan terlihat papan ucapan selamat datang berwarna hijau tua yang dibuat oleh Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, didalamnya tercantum potensi kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dalam papan tersebut secara umum menjelaskan bahwa Kawasan Nasional Gunung Gede Pangrango adalah kawasan pelestarian alam yang kaya akan keragaman hayati, baik ekosistem, jenis maupun genetik yang terdiri dari tumbuhan maupun satwa khas yang hidup dibeberapa ekosistem, tercatat 1. 1.500 spesies Tumbuhan berbunga; 2. 400 spesies tumbuhan Paku-pakuan; 3. 120 jenis lumut; 4. 300 spesies tumbuhan oba-obatan; 5. 10 jenis tanaman yang dilindungi; dan 6. Sebanyak 43 spesies tumbuhan endemik.

Lebih dari 200 jenis anggrek dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, empat (4) jenis diantaranya hanya berada dan hidup di hutan tropika Gede Pangrango yang merupakan salah satu perwakilan hutan di Jawa ini. Beragam tumbuhan obat-obatan seperti kiurat dan tumbuhan yang memiliki daya komersial tinggi seperti rotan dapat ditemukan pada kawasan Gede Pangrango. Di puncak Gede Pangrango akan anda temukan bunga abadi Edelweis yang bunga-bunganya sangat disukai oleh lebih dari 300 serangga yang yang hinggap dan mengunjunginya bunga terpopuler di Gede Pangrango.

Bunga Edelweis adalah bung gunung terbaik yang dimiliki oleh keluarga bunga matahari (Asteraceae), bunga tersebut dijadikan simbol keberanian dan keabadian. Dalam keadaan kering bunganya tahan lama dan menimbulkan bau yang khas. Tumbuhan ini hidup pada ketinggian antara 1.600 Mdpl s.d 2.600 Mdpl. Tumbuhan yang berbunga sepanjang tahun dan mencapai puncaknya pada bulan Juni-Juli.  Batang Edelweis ditutupi oleh kulit kasar dan bercelah yang dapat menyimpan air.

fauna di taman nasional gunung gede pangrango
Kekayaan fauna di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki lebih dari 70 spesies tanaman eksotik, 3 diantaranya dikenal dengan Invasive Aliens Spesies (IAS) yang tersebar merata diseluruh kawasan , yaitu : Konyal (Fassiflora Suberosa); Pisang Kole (Mussa Accuminatisima) dan bunga terompet (Brugmansia Suaviolens), oleh karenanya di himbau bagi wisatawan untuk tidak membuang sisa buah-buahan atau biji-bijian yang dapat menimbulkan spesies eksotik (IAS) baru.

jamur di taman nasional gunung gede pangrango
Salah Satu kekayaan Flora di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Penghuni Taman Nasional Gunung Gede Pangrango lainnya merupakan bagian dari kekayaan fauna Indonesia seperti kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti Kijang, Pelanduk, Anjing hutan, Sigung, dls. Di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Terdapat 250 jenis burung selain terdapat jenis primata  seperti Owa Jawa, Surili, Lutung Jawa, Monyet ekor panjang dan kukang, serta karnivora besar yaitu macan tutul atau macan kumbang. Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini terdapat setengah burung di Jawa dapat di jumpai, termasuk burung terkecil di Jawa yaitu siki nangka dan satwa langka Elang Jawa yang populasinya hampir mendekati punah.

UPH College in Canopy Trail Mission trip
Canopy Trail di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Pada kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pintu masuk Cibodas ini terdapat pula Jembatan Tajuk atau Canopy Trail, Ciwalen, Sumber air panas, Telaga Biru, Air terjun Cibeurem, Kandang badak, puncak Gede dan alun-alun Suryakencana.

tracking di taman nasional gunung gede pangrango
Jalur trek di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Telalaga biru atau hijau berlendir dan atau berwarna biru magis ini yang terkadangkala tampak berlendir hijau kecoklatan, pada saat lainnya telaga ini berwarna biru jernih magis. Perubahan warna ini dikarenakan tergantung pada pertumbuhan alga. Air telaga biru kaya akan Nutrisi (eutrophich) atau mineral yang berasal dari pertumbuhan bahan organis dan batuan serta tanah vulkanis yang terlarutkan. (Sumber : Papan-papan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango)

Artikel : wisatahalimun.co.id

Image Credits : jalanwisata.id

Leave a Comment